KRITERIA SUPPLIER dan DROPSHIPPER yang IDEAL

Seandainya Anda seorang dropshipper yang sedang mencari supplier, kriteria apa saja yang Anda perlukan? Apakah seperti ini:

Ketepatan waktu pengiriman
Ketersediaan stok
Responsif dalam pelayanan
Akurasi produk yang dikirim (versus informasi yang ditawarkan)

 

Seperti itukah? Kenapa?
Karena dropshipper sebagai ujung tombak pemasaranlah yang bertanggung jawab terhadap pembeli. Yang sering terjadi:

Gak update stok; Stok tertera masih banyak, saat order, ternyata udah habis.
Jarak antara order barang dengan pengiriman melebihi 2 x 24 jam.
Tanya jam 10:00 hari Senin, dijawab hari Selasa jam 23:00.
Saat ditanya, galaknya melebihi debt collector.
Janji kualitas produk skala 10, begitu nyampai, ehh ternyata hanya 6, kecewa deh.

 

Ujung-ujungnya dalam berbisnis adalah kredibilitas, kecuali kita mau cari ‘korban baru’ tiap harinya. Seperti kata Kasino, “Satu orang ketipu.. Dua orang ketipu.. Tiga orang ketipu..”.

“Kenapa sih gak update stok di online?” | “Iya nih, gak sempat”.

Kalau gak kepegang, ya cari karyawan Om, atau jangan nambah varian. Mendingan sedikit varian, tapi servis memuaskan, kredibilitas terjaga. Keserakahanlah yang menjerumuskan diri sendiri.

 

Nah, tadi dari sisi supplier, bagaimana dengan dropshipper yang ideal?
Kenapa seorang (diri) dropshipper bisa menghasilkan miliaran perbulan, sementara mayoritas lainnya hanya dapat recehan? Itupun jempolnya sudah bengkak karena chatting-an.

Kuncinya di keilmuan.

Para miliarder dari bisnis dropship yang saya temui, mereka punya pola sukses yang sama:
1. Riset Pasar; mencari produk yang sedang tren.
2. Cari Supplier yang kredibel; memenuhi 4 kriteria diatas.
3. Membuat toko online (web), bukan hanya jualan di socmed.
4. Fokus 1 Produk (per campaign). Bahkan 1 toko online sering hanya menjual 1 produk unggulan dengan 5-10 produk pendamping. Salah besar jika berfikir toko online harus penuh estalasenya..!!
5. Efektifitas bukan sekadar Estetika. Sibuk ke aktivitas riset dan beriklan, bukan sibuk mempercantik toko online.
6. Berani bayar iklan, bukan cari gretongan. Seperti pepatah “No Risk No Gain”. Tentu saja resiko yang telah diminimalisir dengan riset.
7. Leverage; bagaimana caranya agar 1 orang bisa menangani order miliaran? >> otomatisasi, bukan menangani order secara manual.
8. Tahan menghadapi kegagalan, gak baperan. Berani membayar harga, untuk menemukan 1 pola kesuksesan.

 

Ternyata benar, bahwa kaya membutuhkan kepantasan. Gak gampang kan? Tapi juga gak sulit amat, kalau punya komitmen yang kuat.

Yukbisnis.com

About Author

Jaya Setiabudi

Bukan ustad, bukan motivator, juragan ajah.. | Pengarang buku best seller The Power of Kepepet & Kitab AntiBangkut | Pendiri Young Entrepreneur Academy | Owner Yukbisnis.com | Pengusaha dengan jam terbang lebih dari 15 tahun | Contact person: 082121204555