ALOKASI PAJAK

(Tulisan ‘Ekstrim’ yang Perlu Kedewasaan Pembaca)

Jika saat pembayaran pajak, ada pemilihan alokasi untuk sektor mana, maka saya akan memilih yang berhubungan dengan pembangunan infrastruktur (dan pengelolaan) dan bubarkan semua kementerian lain yang mubazir. Infratstruktur antara lain: jalan, jembatan, waduk, rumah sakit, rusun, sekolah, dan berhubungan dengan sarana vital yang nyata wujudnya, bukan dalam bentuk program.

Alasan: Ada wujudnya dan bisa diaudit kebenarannya (kalo yang ngaudit ‘gak main’ juga).

 

Contoh kementerian yang perlu dibubarkan:

  • Koperasi dan UKM
  • Pemuda dan Olah Raga
  • Pembangunan Manusia dan Kebudayaan
  • Perindustrian
  • Perdagangan
  • Sosial
  • Ristek
  • Pariwisata

Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak, dan cari sendiri lainnya yang serupa..

 

 

Alasan:

  1. Bentuknya adalah program,, bukan fisik infrastruktur.
  2. Bisa dilakukan (dan sudah dilakukan) oleh CSR.
  3. Menterinya mayoritas politisi, bukan Profesional.
  4. Overlapping Program dengan kementerian lainnya.
  5. KPI remang-remang yang susah diaudit.

Dan ujung-ujungnya adalah pemborosan anggaran.

 

Contohnya:

Kementrian Koperasi dan UKM, ajaklah menteri bicara tentang apa itu makhluk bernama UKM, apa saja yang diperlukan UKM, in syaa Allah dia tak paham, hehe. Lha saya pernah bicara langsung. Baik sih orangnya. Program KUKM, Perindustrian, PORA, banyak yang overlapping. Binaan KUKM, bisa jadi binaan PORA juga, Perindustrian juga.

 

Setiap acara mereka, terutama di luar kota dan hotel berbintang (ini udah dikurangi), membawa ‘personil band berbatik’ yang cuma numpang jalan-jalan, nginep dihotel dan dapat duit absen. 1 acara yang seharusnya bisa diselesaikan oleh 1 orang, dikeroyok 5 orang lebih. Yang kerja bener hanya 1 saja, sisanya rokok-an dan nongkrong mubazir. Pejabat membuka, dapat duit jalan, trus kabur. Ehh lupa, ada sesi foto-foto seremoni untuk diberitakan besar-besar di media masa.

 

Sampai sampai, kami berani menyombongkan, bahwa event mereka yang besar pun, kami cukup mengutus seorang Ayu Naya Nobella dan para volunteer gratis Yubi Indonesia. Dijamin lebih berkualitas. Ruangan? Bisa pinjam gedung-gedung Telkom, Pos atau BUMN lainnya. Makanan? Order ke UKM setempat, menghidupkan perekonomian.

 

Silakan juga cek KemenPORA dan bandingkan program-programnya dengan KUKM, Perindustrian, maka Anda akan melihat pemborosan uang pajak Anda yang lari ke Program Mubazir dan Fee Ongkang-Ongkang mereka. Oleh sebab itu di artikel sebelumnya saya berani mengatakan: “Saya yakin 20% PNS yang berkualitas tersebut, bisa menjalankan pemerintahan yang sekarang tanpa yang 80%.

 

Inilah situasi di lapangan yang beda dengan pemberitaan media. Mengerikan yaa?

Saya bukan politisi, hanya aktivis UKM yang miris saat diundang mereka. Sudah begitu, pernah minta tanda tangan fee yang beda angka dengan yang akan saya terima. Untung saja mereka mau mengubah sesuai angka perjanjian. Jika tidak, saya tak peduli mereka siapa, akan saya upload muka mereka di social media.

 

Anggap saja ini adalah Artikel curhat ke tembok. Kemudian lupakan..

Oleh karena itu, saya mengajak kepada Anda semua… Jangan berharap ke pemerintah. Anggap mereka pemain ‘pupuk bawang’ (tak bisa diandalkan), kalo ada ya syukur, gak ada ya sudah. Kita tetap harus berkontribusi..!! Saya dan Komunitas Yukbisnis Indonesia mengajak Anda berbagi ilmu sebisa mungkin. Kita buat gerakan berbagi ilmu bisnis. Gak ada ruangan? Gunakan Google Hangout, seperti acara Webinar Juragan Forum, bisa ditonton sedunia.

 

Deskripsikan ‘angka cukupmu’,
kejar dengan halal,
capai secepat mungkin,
luangkan waktu untuk berbagi,
bertumbuh bersama.

F!GHT

About Author

Jaya Setiabudi

Bukan ustad, bukan motivator, juragan ajah.. | Pengarang buku best seller The Power of Kepepet & Kitab AntiBangkut | Pendiri Young Entrepreneur Academy | Owner Yukbisnis.com | Pengusaha dengan jam terbang lebih dari 15 tahun | Contact person: 082121204555