Bangga INDOnesia

Bangga Indonesia HI-RES

Pada suatu perbincangan udara di pesawat Garuda Indonesia, Bang Sandi (sapaan saya untuk Sandiaga S. Uno) menanyakan kepada saya, ”Sepatunya kelihatan enak Mas.. Buatan mana itu?”. Saya menjawab, “Kalau mereknya sih US, tapi mungkin udah buatan China.”. Beliau bergumam dan berkomentar, “Hmm.. dulu saya juga pakai merek luar, sampai ketemu Pak JK dan ditegur: Nih, buatan Cibaduyut, Indonesia asli. Sejak itu saya pakai produk (merek) Indonesia..”. Percakapan penutup perpisahan kita di pesawat tersebut membuat saya merenung. Seorang konglomerat sekelas Sandiaga dan mantan wakil presiden Jusuf Kalla, dengan bangganya menunjukkan fashion mereka yang berciri khas Indonesia, koq saya berbangga ria dengan merek luar?

Kenapa kita sampai kehilanggan kebanggaan terhadap merek Indonesia dan membanggakan merek luar negeri? Kualitas? Jelas banyak merek luar yang diimpor dari Indonesia, seperti Zara, yang sebagian produknya diproduksi oleh PT. Sri Rejeki Isman (Sritex), Sukoharjo, Jawa Tengah. Bahkan perusahaan yang sama juga memproduksi pakaian militer untuk NATO. Sepatu merek Adidas, Nike, furniture Ikea, jeans Hugo Boss, Giorgio Armani, Guess adalah deretan merek ternama yang sebagian produknya diproduksi di Indonesia. Jadi hal kualitas, tak usah diragukan lagi. Bagaimana dengan ‘gengsi’ terhadap merek Indonesia Asli? Merek-merek Indonesia seperti Dowa, Bagteria, Cast Eyewear, terbukti jadi kegemaran artis Hollywood sekelas Paris Hilton, Tyra Banks, Rihanna, hingga Lady Gaga. Masih banyak merek asli Indonesia yang pantas dibanggakan dan pantas menaikkan gengsi kita.

Jika masyaratkat Indonesia sanggup melepaskan diri dari ‘belenggu’ kebanggaan merek luar dan beralih bangga menggunakan merek Indonesia, maka perekonomian Indonesia akan semakin maju. Pada saat permintaan terhadap merek lokal meningkat, volume produksi juga meningkat, efisiensi akan tercapai, sehingga harga juga akan lebih ekonomis.

Pertanyaannya, mulai dari mana? Mulai scanning dari ujung kaki hingga ujung rambut kita, mana yang bisa menggunakan merek dalam negeri? Tanamkan dalam benak kita, “Sungguh NISTA menggunakan merek luar dan BANGGA menggunakan merek Indonesia..!”. Hingga setiap akan membeli suatu produk, kita akan berfikir ulang, pilih NISTA atau BANGGA..? Rapatkan barisan, kita buat gerakan Bangga INDOnesia. Bangga menggunakan Merek INDO, agar positioning merek Indonesia terdongkrak. Tak usah mencibir produk Indonesia, lebih baik tanyakan apa kontribusi kita untuk Indonesia?

Tumbuhkan UKM Indonesia, entaskan pengangguran, stabilkan perekonomian, lepaskan ketergantungan. Nista pakai merek impor, Bangga pakai merek Indonesia. Yuk bantu sosialisasikan LOGO Bangga INDOnesia di blog, OLshop dan akun media sosialmu..

About Author

Jaya Setiabudi

Bukan ustad, bukan motivator, juragan ajah.. | Pengarang buku best seller The Power of Kepepet & Kitab AntiBangkut | Pendiri Young Entrepreneur Academy | Owner Yukbisnis.com | Pengusaha dengan jam terbang lebih dari 15 tahun | Contact person: 082121204555