CIRI KHAS

13015416_992086940869434_7877220095722062625_n  13012696_992086737536121_3653645607943107540_n (1)

Coba ngaca dengan jujur, jika orang melihat produk Anda sekilas, gak pakai mikir, apa komentar mereka? Adakah bedanya dengan merek lain? Bisakah Anda menjawab dengan 1 atau 2 kata apa bedanya?
Misalnya di produk fashion:

Motif Bali
Renda
Merah
Jadul
Soft
Pastel

Kenapa pengusaha susah membuat cirikhas?
Karena:
Maunya banyak; aku mau begini, aku mau begitu, kayak doraemon.
Bosenan; gak tahan lihat yang serupa tiap hari.
Variasi; salah mengartikan variasi dengan pecah fokus.
Bingung mana yang mau dijadikan cirikhas.
Tukang nyontek; karena gak kreatif.

Atau apapun alasannya, orang yang gak membangun cirikhas, maka mereknya gak akan terkenal. Brand yang kuat dibangun dari diferensiasi yang kuat. Kecuali Anda adalah pionir dalam suatu industri/kategori.

Maka dari itu dalam ilmu marketing:
Value = (1) Differentiation + (2) Brand

dan

Price = Value (expectation)
Harga adalah angka yang akan dibayar seseorang untuk mendapatkan ‘value’ yang dia harapkan. Kalau diferensiasi dan merek (branding) gak kuat, maka orang tak mau membayar mahal dibanding produk serupa. Alhasil mereka bermain di volume.

Pilih mana: Volume atau Value?

Diferensiasi (differentiation)

Jika produk Anda tak dapat dibedakan dengan orang lain, maka tak bedanya merek Anda dengan komoditas seperti sembako.

Merek (brand)

Merek yang terkenal membuat orang mau membayar lebih mahal. Menjadikan merek Anda terkenal, sebelum dipromosikan, harus memenuhi kriteria:
1. Pertama
2. Terbaik
3. Berbeda

 

Mungkin saja Anda bisa membuat burger yang lebih enak dari McD, tapi belum tentu (kemungkinan kecil) Anda akan membuat merek burger yang setenar McD. Kenapa? Karena mereka yang pertama mempopulerkannya. Sudah terlanjur menjadi Top of Mind.

Ingat burger, ingat McD.
Ingat ayam goreng, ingat KFC.

Jika suatu merek sudah ‘dikunci’ di benak konsumen, maka sulit untuk tergantikan, kecuali diferensiasinya sangat kuat, ditambah promo yang hebat.

 

Untuk kasus fashion, tingkat kompetisinya sudah gila-gilaan. Coba tanya kawan Anda yang tukang belanja fashion, apakah mereka loyal terhadap 1 atau 2 merek? 99,9% akan menjawab “Tidak”. Tiap ada diskon, matanya melirik..! Kecuali jika dikecilkan di ‘kategori’ tertentu, seperti tas tenteng, sepatu kain, yang belum ada merek kuat disana.

 

Studi Kasus

Coba amati foto-foto produk di bawah, apa ciri khasnya.
Apa beda merek Aramara dengan Gadiza.
Apa beda produk keduanya dengan produk gamis di pasaran?
Apa cirikhas mereka?

Gadiza, saya sering menyebutnya Hijab ‘Korea’, karena teringat dengan gaya pakaian khas Korea, yang garis lingkar perutnya agak keatas. Gadiza juga konsisten dengan jenis bahan yang serupa, warnanya kombinasi dolf dan ada bagian yang mengkilat. Tak menggunakan motif, lebih cenderung polos, kecuali seasonal saja. Itu penangkapan saya.

 

Sedangkan 1 ciri khas Aramara yang sangat kuat dan konsisten adalah nuansa kain Bali yang kotak-kotak. Ntah mau ditaruh dimanapun kotak-kotaknya, pecinta fashion akan ‘ngeh’, itu style Aramara.

Paham..?!

 

Intinya: untuk masuk di pasar yang berdarah-darah, janganlah serakah. Buat ciri khas dan konsisten. Tempelkan ciri khas tersebut di merek Anda, ke benak konsumen. Ingat Anu, ingat Merek Anda..!

“Jika Anda hebat dalam segalanya, maka sesungguhnya Anda lemah dalam segalanya..”

—————————————————————————–

Oh ya, sayang keduanya belum punya website yang bisa full online hingga ‘check out payment’. Padahal hanya dengan 50 ribu perbulan, omzet ‘full online‘ datang, merek pun lebih bonafit. ‪#‎nyindir‬

About Author

Jaya Setiabudi

Bukan ustad, bukan motivator, juragan ajah.. | Pengarang buku best seller The Power of Kepepet & Kitab AntiBangkut | Pendiri Young Entrepreneur Academy | Owner Yukbisnis.com | Pengusaha dengan jam terbang lebih dari 15 tahun | Contact person: 082121204555

Attachment