DOLLAR NAIK

WASHINGTON - MAY 01: U.S. President Barack Obama attends the White House Correspondents' Association Dinner at the Washington Hilton May 1, 2010 in Washington, DC. (Photo by Olivier Douliery-Pool/Getty Images) Original Filename: GYI0060327789.jpg

Ngeributin “dollar naik” itu sama aja kayak ngomong sama tembok di gangmu, gak ngefek omonganmu, kecuali kamu lurahnya.

Gak perlu jadi orang pinter untuk memahami kenapa dollar naik dan bagaimana antisipasinya.

Mata Uang yang sejatinya bukan komoditas, kalo dijadikan komoditas, ya jadi naik turun harganya.

Kalo banyak yang cari, suplai terbatas, maka akan naik. Siapa yang mencari? Ya yang membutuhkan. Siapa yang membutuhkan? Kamu yang suka beli barang IMPORT.

“Lho aku bayar pake rupiah koq Mas J”. Ya, tapi importirnya pake dollar.

Makanya sebisa mungkin pake merek dan (konten) produk Indonesia, makan gado-gado atau pecel tanpa tempe, karena kedelainya import juga.

Trus kalo punya duit lebih, simpanlah di emas, karena emas adalah nilai tukar sejati, yang gak bisa dicetak tanpa ditambang.

Kalo mau bantu Indonesia bebas dari penjajahan, bebaskan dirimu dari penjajahan merek asing dahulu. Lepaskan EGO dan GENGSI-mu.

Gengsilah pakai MEREK Indonesia dan sebisa mungkin kontennya juga murni Indonesia. Baru cepet merdeka kita. Setiap mau beli MEREK asing atau makan di franchise asing, tanyakan, “Daruratkah? Ada pilihan INDO yang acceptable gak?”.

Tanamkan dalam benakmu bahwa beli merek asing itu NISTA >> jangan dipamerkan, sembunyi-sembunyilah saat memakainya.

“Mas J, gak ada ajaran agama yg nglarang kita pake merek asing”. Iya bener, ini ajaran nalar ala juragan, bukan agama.

Gak perlu pinter banget untuk jadi pemimpin negeri ini, cuma perlu punya hati dan ketegasan dalam membuat keputusan.

Karena kita ini hanya rakyat jelata, ya sudahlah, mulai dari diri kita ya Doel. Cintailah produk-produk Indonesia, bukan Chinailah ploduk-ploduk Indonesia.

Mulai banyak tips beredar seputar menghadapi krisis. Renungkan baik-baik sebelum meng-amini-nya, apakah itu sikap oportunis atau patriotis?

Hal yang serupa saat krisis tahun 98, banyak yang melepas rupiah dan memborong dollar >> ini sikap oportunis yang makin menenggelamkan rupiah.

Biarlah kita KERE sementara, daripada KAYA diatas penderitaan orang lain dan memperkeruh situasi.

Kalo masih ngeyel, tetap hindari beli dollar, beli emas aja.

Yuk sama-sama berdoa dan istighfar, semua kejadian ini akibat system ekonomi kita yang jauh dari syariah. Maka akan berulang terus jika tak kembali ke syariah.

About Author

Jaya Setiabudi

Bukan ustad, bukan motivator, juragan ajah.. | Pengarang buku best seller The Power of Kepepet & Kitab AntiBangkut | Pendiri Young Entrepreneur Academy | Owner Yukbisnis.com | Pengusaha dengan jam terbang lebih dari 15 tahun | Contact person: 082121204555