GAK PUNYA DUIT, THR, Haruskah..?

Seorang sahabat bertanya via twitter, “Ketika seorang pengusaha dituntut THR dikala kondisi perusahaan sedang limbung. What should we do?”

Saya jawab, “Ngutang sana sini..”

Karena penasaran dengan jawaban saya via twitter, dia sms ke saya, “Mas, kenapa pilihannya itu? Kan menambah beban ke perusahaan?”
Saya jawab, “Aku juga begitu. Itulah resikonya jadi pengusaha. Kalau gak, tutup aja usahanya..”

Berat kan tanggung jawab seorang pengusaha? Jangan dipandang pas enaknya saja. Disisi lain, karyawan jangan iri lihat pengusaha dapat hasil yang besar. Harusnya juga berfikir pas ruginya besar.

Sejak tahun 1998 mulai bisnis, hingga hari ini, saya berkomitmen untuk tidak menunda seharipun gaji karyawan saya. Ini adalah komitmen yang berat. Bahkan di masa-masa sulit, terpaksa kami gestun (gesek tunai kartu kredit) untuk menggaji karyawan kami.

Orang boleh tertunda gajinya adalah direktur/komisaris (owner) perusahaan. Karena mereka yang bertanggung jawab sebagai nahkoda kapal.

Dalam suatu workshop tentang finansial, pembicara mengatakan, yang harus dibayar terakhir adalah karyawan, yang harus diselamatkan pertama adalah diri sendiri. Ntah mana yang benar, mana yang salah, saya ikuti nurani dan arahan almarhum ayah saya saja..

About Author

Jaya Setiabudi

Bukan ustad, bukan motivator, juragan ajah.. | Pengarang buku best seller The Power of Kepepet & Kitab AntiBangkut | Pendiri Young Entrepreneur Academy | Owner Yukbisnis.com | Pengusaha dengan jam terbang lebih dari 15 tahun | Contact person: 082121204555