GAK SUKA JUALAN

Stop-Selling-Start-Helping-no-details-252x300

Saya orangnya terlalu ‘gengsi’ untuk ‘mengemis’ order kepada klien. Tak pernah terucap dari mulut saya, “Pak, tolong kasih order donk ke saya.. plisss..” Saya juga enggan untuk ‘mengecap’ tentang produk saya, terutama di depan para klien besar. Hard selling bukan budaya saya dan perusahaan kami.


Lantas apa kompensasi yang harus lakukan?

Menanam’.

Saya meyakini bahwa apa yang kita tanam, pasti kita tuai. Meski kebanyakan salesman atau pengusaha tak sabar dengan jalan ini. Karena cara ini bukanlah instan. Penjualan dengan cara frontal akan men-debet tabungan emosional kita di klien. Produk cepat laku, tapi ikatan emosional tak terjalin. Gak papa sih, kalau kasusnya untuk pelanggan lewat yang mungkin tak akan berjumpa lagi. Tapi itu pun bagi saya akan berpengaruh pada energi atau ‘aura’ ketulusan kita.

Menanam itu…

Fokus memberi solusi bagi (calon) klien, meski solusi itu bukanlah kita. Jangan bermental ‘palugada’. Jika perusahaan kita tak dapat memberi solusi terbaik, tapi kita tahu ada perusahaan lain yang dapat memberi solusi, ya jangan sungkan mereferensikan. Seperti dalam artikel sebelumnya saya beri judul “Sedekah Informasi”. Kebiasaan dalam benak saya dan tim adalah menggali, “Apa masalah Anda dan solusi apa yang bisa kami berikan?”. Sekali lagi, jika ternyata solusinya ada di tempat lain, kami tak segan untuk mereferensikan. Boleh cross check tentang hal ini. Saya enggan ‘melacurkan’ nama saya demi uang.


Misalnya, saya diminta suatu perusahaan untuk menjadi motivator. Padahal saya bukan motivator, pasti saya referensikan kawan-kawan lainnya. Jika pun mereka meminta saya untuk mengisi kelas bisnis yang bukan keahlian saya, tetap saya akan tolak dan referensikan orang yang kompeten. Karena jika saya terima dan saya tak dapat men-
deliver sesuai harapan mereka, maka saya akan men-debet rekening ikatan emosional saya di hati mereka.

“Seek to understand first than to be understood” ~ Stephen Covey, 7 Habits.

Belajar mendengarkan memang tak mudah. Kadang pengetahuan berlebih kita menjadi kutukan “Aku Tahu”, sehingga kita kurang, dalam menyimak. Ini juga penyakit saya dahulu dan masih ada sekarang. Setelah mendapat gambaran yang jelas dari permasalahan mereka, barulah saya menganalisa dan berdiskusi dengan mereka. Biasanya mereka agak ragu, “Masa’ iya sih ada orang mau bantu tanpa dibayar”. Maka dari itu saya tekankan di awal, “Bapak, saya datang kemari, paling utama adalah silaturahim. Kedua, anggap saya sebagai konsultan gratis Bapak. Apa yang bisa saya bantu?”.

Sekali lagi, meski saya tak mahir dalam banyak hal, namun saya mungkin punya informasi atau referensi yang mereka perlukan. Nah, disitulah celah masuk saya. Perlu dicatat: Saya hanya akan mereferensikan orang yang amanah, bukan sembarang orang. Jika memang ternyata perusahaan tersebut tak membutuhkan produk/jasa saya pada saat itu, maka saya tak akan memaksakan terjadinya transaksi. Just give and go. Tapi kebanyakan perusahaan yang saya datangi, tentu saja sudah saya riset terlebih dahulu, kemungkinan besar mereka memerlukan produk/jasa kita. Biasanya, setelah masalah yang kita bantu solusi terselesaikan, mereka akan mengontak kita dan menawarkan proyek dengan bujet blak-blak-an, karena saling percaya. “The best negotiation is no negotiation”.

 

Ingat: bisa saja saya pukul mereka atas kepercayaan mereka terhadap saya. Tapi saya yakin, hubungan yang demikian tak akan bertahan lama dan merusak apa yang sudah saya tanam sebelumnya. Kadang saat kita menanam, tak semua berbuah baik, mungkin juga buahnya di tempat lain, ya wajar. Lupakan saja, jangan ‘baper’. Anggap saja ‘latihan ikhlas’


“Tak ada balasan atas kebaikan, kecuali kebaikan juga”, meski wujudnya tak selalu yang kita harapkan, tapi selalu yang terbaik bagi kita. Gusti Allah mboten sare.

“Giving is The Best Communication..”

About Author

Jaya Setiabudi

Bukan ustad, bukan motivator, juragan ajah.. | Pengarang buku best seller The Power of Kepepet & Kitab AntiBangkut | Pendiri Young Entrepreneur Academy | Owner Yukbisnis.com | Pengusaha dengan jam terbang lebih dari 15 tahun | Contact person: 082121204555

Attachment