Jalan Pintas BEBAS FINANSIAL (1)

Masih ingat materi ini? Pernah saya gaungkan di seminar sekitar 3 tahun yang lalu? Kenapa sampai sekarang tidak saya terbitkan bukunya? Bagi saya, berbicara di seminar jauh lebih mudah daripada menulis. Begitu saya menuliskan dalam buku dan diterbitkan, artinya nyaris tak ada jalan mundur lagi bagi saya. Maka dari itu saya akan sangat berhati-hati saat menulis suatu buku.

Ini pertama kalinya saya tulis ulang konsep ini dengan pendekatan yang berbeda..

Konsep Bebas Finansial dipopulerkan oleh Robert Kiyosaki dalam Cashflow Quadrant. Bebas Finansial rumusnya adalah Punya penghasilan pasif (PI) lebih besar dari semua pengeluaran bulanan Anda.

Konsep ini sangat bagus, namun sayang banyak yang salah kaprah memahaminya. Bahkan oleh para kalangan pendidik pengusaha sendiri banyak menodainya.

Perhatikan ALUR 1
Inilah alur yang saya temukan saat googling. Seolah ‘E’ atau karyawan adalah starting point terendah dan seolah urutan bebas finansial adalah E ke S ke B ke I. Padahal jika Anda bermain papan cashflow 101, maka Anda akan menemukan bahwa karyawan pun bisa bebas finansial.

Yuk luruskan dengan ALUR 2
Justru disinilah kunci percepatannya..! Anda tak harus menjadi pengusaha untuk bebas finansial. Salah seorang alumni YEA menanyakan kepada saya:

Anu: Mas J, kalo aku mau cepat Bebas Finansial, pilih mana: kerja dengan gaji 7000 US dollar perbulan atau bangun usaha dari nol (tanpa modal)?

Saya: Menurutku, lebih cepat kamu kerja dengan gaji segitu, kecilkan pengeluaranmu, inves ke properti dan bisnis”

Anu: Trus kenapa Mas J masih jadi pengusaha?

Saya: Karena itu panggilanku..

Jika bebas finansial adalah tujuan Anda, maka cara tercepat adalah fokus pada kekuatan dan kecepatan Anda mendapatkan penghasilan.

E
Jika Anda bisa dapat gaji yang terbanyak, ya fokuslah disini. Terpenting adalah kecilkan pengeluaran, investasilah di bisnis, aset kertas, emas dan properti. Saya pernah bertemu seorang karyawan yang punya 13 rumah; 1 dipakai sendiri, 12 diberi nama: rumah januari, februari, maret, hingga desember. Tiap bulan narik setoran kontrakan. Asik asik..

S
Seorang dokter, ya jadilah dokter yang profesional, gede juga penghasilannya. Apakah seorang Internet Marketer harus menjadikan dirinya Business Owner? Saya jamin gak semudah itu, karena memimpin orang itu sungguh tak mudah. Sekali lagi ini dalam konteks percepatan, bukan ‘panggilan’. Setelah dapat duit besar dengan cepat, investasi lagi…

B
Untuk mencapai ke level ‘B’ sangatlah tidak mudah. Bahkan kurang dari 1 % populasi pengusaha yang berhasil membangun sistem. Jika sudah tersistem pun, banyak yang memilih untuk menjual dan berinvestasi, seperti HM Sampoerna. Saya pribadi tak mempunyai 100% saham dari semua perusahaan saya. Karena saya tahu bahwa saya bukanlah seorang manager yang baik ataupun pembangun sistem yang baik. Saya berpartner dengan mereka yang mampu menutupi kekurangan saya.

‘I’ bisa jadi profesi, bisa jadi jalan untuk bebas finansial. Saya sendiri tak akan menetap di ‘I’ meskipun sudah bebas finansial, karena panggilan saya adalah pendidik dan pengusaha. Resiko dan ketidakpastian adalah mainan saya.

Jadi..
Apapun profesi Anda tak perlu menggubris omongan orang. Anda lebih tahu dimana potensi terbaik Anda. Fokus disitu, tekuni dan jadilah yang terbaik..!

bersambung…10613050_685252728219525_6034420013664832890_n

About Author

Jaya Setiabudi

Bukan ustad, bukan motivator, juragan ajah.. | Pengarang buku best seller The Power of Kepepet & Kitab AntiBangkut | Pendiri Young Entrepreneur Academy | Owner Yukbisnis.com | Pengusaha dengan jam terbang lebih dari 15 tahun | Contact person: 082121204555