Jalan PINTAS Bebas Finansial (3)

KONTRAKTOR → KONSEPTOR → KONEKTOR → INVESTOR

4 Tipe Pebisnis

Pernahkah anda temui seseorang pengusaha, peternak, petani, atau mungkin Anda sendiri yang bisnisnya stagnan karena kekurangan modal? Padahal permintaan pasar begitu besar. Sangat disayangkan bukan? Orang-orang tersebut saya istilahkan dengan (1)KONTRAKTOR, yaitu orang yang fokus pada suatu bidang, mahir dan telah berpengalaman menggeluti bidang tersebut. Jika permintaan pasar melebihi angka keuntungannya, maka kontraktor tersebut akan kekurangan modal!

Kenapa tidak ke bank?

Satu, bisa jadi dia tak punya agunan. Dua, bisnisnya belum bankable. Jika memang bisnisnya menguntungkan, antrian permintaan pasar panjang, lantas mengapa para (2)INVESTOR juga tak meliriknya? Bisa jadi investor tak mengenal siapa dan dimana kontraktor tersebut. Investor adalah orang-orang berduit yang biasanya hidup di kota. Para investor bisa jadi pensiunan, profesional seperti dokter, artis, atau orang-orang yang mendapat warisan yang besar. Jika toh kenal pun, belum tentu tertarik, karena biasanya si kontaktor tak piawai dalam meyakinkan investor, apalagi kalo investor sudah berkata,”Boleh aku minta proposalnya?”, kontraktor akan kelabakan.

Nah, diperlukan (3)KONSEPTOR yang tugasnya menuangkan dalam bentuk proposal. Bukan sekedar proposal yang asal jadi, namun dengan perhitungan cermat, informasi yang lengkap serta akurat, yang diperlukan oleh seorang investor. Jauh sebelum pembuatan proposal, konseptor harus turun tangan dalam menata manajemen di dalamnya, agar mampu mempertanggungjawabkan kepada investor kelak.

Tentu saja tak semua semulus seperti cerita diatas. Kendala lain yang timbul adalah “Dimana mencari investornya?”. Konseptor boleh jadi memiliki kemampuan menuangkan peluang tersebut dalam sebuah konsep/proposal, namun tanpa relasi yang kuat, proposal itu akan usang, kering pendanaan. Disinilah peran (4)KONEKTOR diperlukan; ia adalah orang yang sepertinya memiliki jaringan yang luas, terutama orang-orang berduit. Melalui konektorlah, konseptor akan bertemu investor.

Pertanyaannya, tipe yang manakah diri Anda? Dari keempat tipe tersebut tak ada yang bisa ‘dikarbit’. Kontraktor haruslah seorang yang berpengalaman dalam ‘produksi’. Konseptor adalah jagoan manajemen. Investor haruslah seorang yang berduit. Konektor haruslah seorang yang punya relasi dan terpercaya.

Overlapping Tipe

Kadang seorang kontraktor juga seorang konseptor yang handal atau seorang konseptor juga seorang konektor yang memiliki relasi yang luas. Mereka bisa jadi partner internal (pemegang saham), bisa juga konsultan (profesional), atau pun karyawan yang kita rekrut saat membutuhkan.

Hindari Praktik Riba

Kenapa buku ini tak jadi terbit? Kebiasaan saya sebelum menerbitkan suatu buku adalah mengujinya sendiri. Saya sudah biasa menggunakan bank, tapi kali itu saya uji untuk menggunakan investor perorangan. Saya terlibat riba dan rugi miliaran dalam suatu proyek. Saat itu saya menerapkan sistim pembagian hasil yang fix (seperti bunga) yang dihitung prosentasinya dari pokok yang saya pinjam. Meskipun saat perhitungan awal saya menggunakan proyeksi keuntungan proyek tersebut.

Kesalahan awal adalah membagi ‘bunga’ bagi hasil tersebut secara fix, apesnya pembayaran proyek tersendat ditambah masalah lapangan yang lain. Akibatnya keuangan proyek semakin seret. Hampir 1 M saya bayar ‘bunganya’ dan proyek saya macet, kena penalti.

Lebih apes lagi, hampir semua investor tak mau tahu tentang kerugian tersebut dan tetap minta kembali utuh. Untungnya setelah negosiasi, pembayaran diijinkan ditunda dan dicicil.

Pelajaran 1: Hukum Syar’i adalah hukum berdasar sunatullah (hukum alam). Jika kita langgar, bukan hanya secara nalar salah, tapi juga tak berkah.
Pelajaran 2: Mencari investor tidaklah sulit, tapi jangan dipermudah dengan janji-janji tanpa resiko. Tak ada bisnis yang tak menanggung resiko, nanti akan menjadi bumerang bagi kita sendiri. Lebih baik pahit-pahitan di depan dan mungkin agak lama untuk mendapatkan investor, tapi berkah bisnisnya.
Pelajaran 3: Hindari praktik percaloan ‘konektor’, kecuali dia memang sama-sama berbicara apa adanya tentang konsekuensi kerugian.

Dari kasus tersebut, terbitlah buku Kitab AntiBangkrut..

10446675_686582474753217_2404217683494384530_n

About Author

Jaya Setiabudi

Bukan ustad, bukan motivator, juragan ajah.. | Pengarang buku best seller The Power of Kepepet & Kitab AntiBangkut | Pendiri Young Entrepreneur Academy | Owner Yukbisnis.com | Pengusaha dengan jam terbang lebih dari 15 tahun | Contact person: 082121204555

Attachment