KAMU KOQ MASIH OFFLINE SIH?

12472323_973803222697806_3811359177935899598_n

“Anda tak dapat berbisnis dengan cara jadul dan mengharap hasil yang melesat hari ini”.

Sudah wajar saat kita bangun suatu bisnis dan laris, kemudian pesaing akan membuka yang serupa dikanan-kiri kita, bahkan lebih canggih. Jika kita tak bertumbuh, maka kita akan punah. “Kurang ajar, dia nyontek bisnisku, trus kasih penawaran yang lebih gila.” “Dia merebut pasarku, pelangganku.”

 

Emang kalau protes seperti itu, terus kondisi berubah atau bisa menolak perubahan?

Coba tengok anak muda sekarang, apa bedanya dengan anak muda jaman dahulu? Bedanya, anak muda jaman dahulu, sekarang sudah menjadi tua (ya iyalah). Bedanya, semakin ‘ke depan’, akan semakin belia usia kesuksesan, karena Daya Ungkit Teknologi dan Internet. Jangan kaget jika berjumpa remaja usia 20-an, omzetnya udah miliaran perbulan. Karena cara kerja mereka tak linier dan tak mengenal ruang dan waktu. Jika kita masih bekerja secara linier, perlu update sistem operasi (OS), kemudian update aplikasi. Barulah kenceng joss larinya.

 

Fenomena Uber Taxi, Air BnB, dan aplikasi ‘sharing economy’ lainnya, telah terbukti mengguncang suatu konglomerasi dan mengalirkan pundi kekayaan ke rakyat jelata. Bagus kan? Apapun alasan di belakangnya, kemajuan teknologi dan perang bisnis model tak bisa dibendung lagi. Mau melawan dengan protes atau dengan kreasi?

 

Saat menggunakan taksi biru minggu lalu (sebelum demo), saya berbincang dengan sang supir:

J: Pak, gak minat kah join ke uber taxi? Kan bisa fleksibel waktunya, potensi penghasilan lebih besar dan akan punya mobil sendiri.
S: Ada sih Pak, kakak saya juga udah bergabung, tapi masih ada keraguan, apa benar akan stabil, gak ada perubahan aturan? Kalau dilarang gimana?
J: Nah, kuncinya 1 aja Pak, database. Bapak harus mengumpulkan database pelanggan dan membina hubungan dengan mereka. Hingga suatu saat nanti ada perubahan yang tak menguntungkan, Bapak udah punya koneksi yang banyak.

 

Pertanyaan saya kepada Anda yang berjualan, baik offline ataupun online: “Sudah punya database konsumen belum..?”. Bukan asal laris hari ini, tapi sebisa mungkin laris terus dan terus. Database yang diolah dengan tools yang canggih, menghasilkan otomatisasi mesin uang yang tokcer dan presisi. Tak perlu kerja linier dan meraba-raba perilaku pelanggan kita. Suatu saat, aplikasi taxi ‘personal’ akan bertanya, “Gak ke pasar hari ini, Ibu?”. Saya pernah menuliskan fenomena ini dalam artikel “Teknologi yang membawa berkah”.

 

Saat ini masih terdengar pertanyaan, “Bisnismu online atau offline?”. Percaya deh, gak lama lagi, orang akan tertawa saat kita bertanya begitu. Karena saat itu online dan offline adalah 1 paket. Dan itu sudah terjadi di China. Indonesia? Soon..

Sayangnya teknologi tak menghampiri kita, tapi kita yang harus menghampiri teknologi, update, install, dan belajar menggunakannya. Gak mau? Punah.

“5 Menit Buka Toko Online, di Yukbisnis.com. Gratis.!!”

About Author

Jaya Setiabudi

Bukan ustad, bukan motivator, juragan ajah.. | Pengarang buku best seller The Power of Kepepet & Kitab AntiBangkut | Pendiri Young Entrepreneur Academy | Owner Yukbisnis.com | Pengusaha dengan jam terbang lebih dari 15 tahun | Contact person: 082121204555

Attachment