MANIPULASI RATING

Menanggapi tulisan Guru Marketing, Mas Yuswohady hal Rating dan Review;
http://www.yuswohady.com/2018/02/03/the-end-of-brand/ 

Saat keluar dari taksi online, sang supir mengatakan, “Bintang 5 yaa Pak..!”.
Dalam hati saya yang muak akan manipulasi berkata, “Bintang 5 MATAMU..!”.
Ngapain sih harus minta dinilai dengan bintang 5? Cukup tunjukan saja pelayananmu.

Serupa saat diminta testimoni tentang sosok seseorang ‘public figur’, saya mengatakan, “Biarkan saya yang memberikan dengan ketulusan saya, jika saya suka. Anda tak perlu meminta..!”. Sudah pernah saya tuliskan tentang Pantangan Testimoni disini >>  http://juraganforum.com/pantangan-testimoni-2/

 

Saya muak dengan manipulasi..!

Balik ke masalah Rating..

Bayangkan saat Anda akan belanja di suatu toko online yang baru Anda kenal, kemudian Anda melihat rating bintang 5 dan testimoni yang terpampang. Dikarenakan ‘raport kredibilitas’ tersebut, Anda memutuskan untuk membeli. Ternyata setelah barang sampai, tak seperti apa yang Anda harapkan atau mereka janjikan. Kecewa? Jelas donk..!

Dasar orang timur yang gak enakan, saat kecewa, memilih diam atau setidaknya memberikan rating bintang 3 (dari 5). Tiba-tiba Anda mendapat pesan dari si penjual, “Pak Anu, mohon bantu berikan rating bintang 5 untuk toko online kami dan sebagai balasan akan kami berikan voucher diskon 10% untuk belanja berikutnya”. Alhasil Anda sungkan dan udahlah… kasih rating bintang 4 aja. Pemilik toko Tipu Tipu pun menang. Satu orang akan ketipu lagi..

Saat ini marak iming-iming Voucher Diskon, jika pembeli bersedia memberikan Rating bintang 5 di suatu marketplace asing.
Saya berjanji, jika hal ini terjadi di salah satu Toko Online di Yukbisnis, maka saya tak segan kehilangan member yang manipulatif. Lebih baik Yukbisnis memiliki sedikit member, namun terpercaya, daripada banyak pendusta.

“We can not make everybody happy” ~ Bill Cosby

Saya setuju dengan perkataan itu, bahwa akan selalu ada yang tak puas meski kita telah berbuat yang terbaik (secara fakta) sekalipun. Namun biarkan saja mayoritas pelanggan lain yang menilai. Toh kita kadang memerlukan teguran yang menohok, agar kita terbangun dari zona nyaman kita.

Yukbisnis juga bolak balik dikritik pedas, terutama saat sedang ‘main tenis’ tiba-tiba. Ya mau bilang apa lagi. Saya juga sudah menegur keras kepada tim programmer, namun itu semua bukan kesengajaan mereka. Belajar dengan waktu dan kejadian, kami pun berbenah. Target saya: Indeks Kepuasan 99%. Semoga bisa selalu amanah, aamiin.

Belajar dari kasus MANIPULASI RATING, kami memutuskan untuk memaksakan semua toko online dalam jaringan Yukbisnis harus menggunakan fitur REPUTASI (rating, raport dan review) yang tak bisa dihapus. Biarkan yang ‘sevibrasi’ untuk membangun kredibilitas yang nyata, berkumpul bersama kami. Biarkan mereka yang berniat tipu-tipu menyingkir dari jaringan kami.

“Bagaimana kalau toko online kami sudah terlanjur bobrok reputasinya dan ingin memperbaikinya, Mas J?”. Ada 2 cara:
1. Tambal kekecewaan pelanggan dengan kebaikan yang lebih besar.
2. Hijrah ke toko yang baru dan mulai lembaran baru.
“Tapi kan mulai dari nol lagi donk..!”
Ya makanya jangan kecewakan pelanggan..!

Balik lagi ke Rating..

Jika suatu kebohongan dibudayakan, maka bagaimana kita bisa mengetahui mana yang benar bintang 5, mana yang bintang jeblok?
Jika kita sebagai konsumen menginginkan Rating dan Review sebagai kontrol sosial agar tak ada yang terjerumus ke dalam PENIPUAN, harusnya kita berani menilai apa adanya. Bukan untuk melampiaskan kebencian, namun untuk memberi pelajaran dan sebagai kontrol sosial.

Manipulasi berjamaah akan merusak tatanan ekosistem.

Bersambung ke tulisan berikutnya >> PERUSAK EKOSISTEM.

Attachment