Penjual, Modal Pinter Ngomong, Cukupkah?

fondasi sales.009
Sudah menjadi kebiasaan, jika akan menjual sesuatu, saya harus mempelajari dengan detail. Tujuannya agar saya gak asal ‘Ngecap’. Bagi saya, menjual itu mempertaruhkan nama baik. Jika pelanggan puas, nama baik akan naik. Jika kecewa, berkuranglah nama baik.

Ada 3 tipe salesman:
1. Pengejar Order
2. Profesional
3. Konsultan.

Pengejar Order: Pokoknya harus CLOSING, mengejar-kejar prospek, ngeyel buta. Konsumen beli sekali dan tak mau dekat lagi. *jijay

Profesional: Bagaimana harus CLOSING, mengatur strategi, membaca situasi. Konsumen masih mau ketemu, tapi sekedar bisnis.

Konsultan: Bagaimana bisa memberi SOLUSI? Fokus memberi solusi, meski tidak closing pada dirinya. Konsumen kangen dan merekomendasikan.

Saya memilih yang ketiga. Konsekuensinya adalah lebih lambat prosesnya, namun lebih kuat fondasinya. Bagaimana dengan Anda? Sabarkah Anda dengan prosesnya?

 

Saya memiliki toko-toko langganan. Jika saya membutuhkan sesuatu, saya akan utamakan pergi ke toko tersebut. Alasan saya: Mereka Jujur dan menguasai product knowledge. Jadi merekalah konsultan saya.

Misalnya, saat saya tanya tentang optimasi web dan tools social media, saya akan bertanya ke @FikryFatullah. Jika saya mencari informasi tentang Herbal, saya akan bertanya ke dokter @zaidulakbar. Apa benang merahnya? Mereka adalah orang-orang yang gak sekedar ngecap, tapi berilmu dan fokus memberi solusi.

Untuk menjadi seorang tipe ‘konsultan’, tentu membutuhkan jam terbang yang tinggi dan ketulusan berbagi informasi. Inilah yang tak disukai, karena lama..!

Pertanyaan: Apakah harus jadi ahli dahulu untuk menjadi penjual tipe Konsultan? Jawabnya TIDAK, tapi…Harus menguasai product knowledge, bukan sekedar pinter ngomong. Apalagi jika produknya berhubungan dengan nyawa. Banyak penjual produk herbal, terutama (maaf) MLM, “ngecapnya berlebihan”, seolah punya produk ‘sapu jagad’, yang bisa mengobati semua penyakit. Apalagi berani menjamin kesembuhan pasien >> ini takabur. Manusia hanya berusaha mengobati, bukan menyembuhkan..!!

Kalau produknya fashion? Nah, sentuhan seorang ‘Konsultan Fashion’ akan berbeda dengan SPG yang tanpa ilmu. Mereka tahu cara ‘mewawancara’ calon konsumen. Untuk acara apa? Sesuaikah dengan bentuk tubuh dan warna kulit? Gak semua fashion yang cocok untuk semua pembeli dan situasi.

Contoh kasus: Ada produk baru di Yubistore bernama Herbal Celup “Daun Insulin”, obat untuk DIABETES. Kebetulan produk ini adalah buatan alumni ECamp yang saya kenal sangat fokus di herbal. Dia menyuplai perusahaan-perusahaan herbal besar (white label). Sudah lama dia bolak-balik kasih sample dan diskusi dengan saya, baru kali ini dapat ‘klik’nya. Pas tanya ke dia, katanya Daun Insulin ini hanya dia yang bisa masukkan ke Indonesia. Kemudian dia olah dan ramu di Jogja.

Saya tahu kebutuhan akan hebal obat diabetes ini besar, tapi saya tak bisa begitu saja menjual, tanpa pengetahuan produknya. Saat saya ‘googling’ dengan kata kunci “Daun Insulin“, ehh keluar tuh banyak sumbernya. Ternyata daun insulin banyak tersedia di Indonesia. Usai baca satu-persatu, saya gak sabar untuk meminta penjelasan empunya. Awalnya saya agak ragu menjual, karena di Indonesia ternyata berlimpah bahan bakunya. Namun setelah mendapat penjelasan darinya, barulah saya paham, ternyata beda produk dan tentu beda khasiatnya. Jadi, nama daun insulin ini ada 2 jenis:
1. Yakon, nama latinnya Smallanthus Sonchifolius. (hanya dijual di Yubistore)
2. Rondo semoyo, nama latinnya Tithonia Diversifolia.

Intinya: saya yang ilmunya terbatas tentang hal itu, bisa menanyakan kepada mereka yang lebih ahli. Jangan lupa juga: setiap produk punya kelebihan, juga punya kekurangan. Pelajari juga kekurangan dan jangan enggan menyampaikannya.

“Semakin saya Belajar, semakin saya Tahu.
Semakin saya Tahu, semakin saya Percaya Diri untuk Menjual.” 

>> Bukan sekadar ngecap.

Orang yang menjual dengan hatinya akan berbeda hanya sekedar menjual untuk dapat komisi saja. Bukan hanya Duit, Doa pun didapat. Semoga para penjual sadar, bukan sekedar asal ngecap, jadilah penjual tipe konsultan, dikangenin orang. Everlasting!

Terakhir.. Penjual tipe Konsultan berani berkata,”Untuk kasus Bapak, produk saya gak cocok. Saya sarankan pakai produk Fulan saja…”

About Author

Jaya Setiabudi

Bukan ustad, bukan motivator, juragan ajah.. | Pengarang buku best seller The Power of Kepepet & Kitab AntiBangkut | Pendiri Young Entrepreneur Academy | Owner Yukbisnis.com | Pengusaha dengan jam terbang lebih dari 15 tahun | Contact person: 082121204555