PRODUK PASANGAN

13615278_1040123556065772_8079265103962708055_n

“Apapun makanannya, minumnya…”, meski slogan itu telah di ‘zoom out’ menjadi “Apapun…. enaknya minum….”, namun sudah telanjur nancep yang pertama. Setiap makan Batagor Kingsley, Bandung, tak terlewat minumnya Es Oyen. Hampir tiap makan nasi goreng pete di Jalan Gardujati, Bandung, nyaris tak terlewat, minumnya es jeruk, sederet dengan penjual nasi goreng.

 

Menjual minuman segar, yang termudah ya disamping penjual makanan yang panas dan pedas. Menjual powerbank, casing dan asesoris hape, paling mudah ya sampingan dengan penjual hape. Jual kaos kaki? Ya disamping penjual sepatu. Paham?

Itulah yang disebut produk pasangan atau produk pelengkap. Rasanya ada yang kurang kalau gak tampil berdua. Apa produk pasangan dari produk yang Anda jual? Dimana letak penjual yang terlaris? Bukalah di sampingnya, in syaa Allah langsung laris.

 

Ingat: tempat jual produk pasangan yang ‘sudah laris’, bukan menunggu laris. Jadi Anda dapat ‘numpang laris’ dengannya. Gak perlu narik trafik dari nol, cukup numpang trafiknya ‘pasangan’ Anda. Kalau dibalik, bisakah? Bisa..! Dimana ada penjual es yang ramai, bukalah bakso atau batagor disitu. Hanya saja tak berlaku untuk semua produk. Misalnya, jualan mobil disamping penjual asesoris mobil yang ramai, jelas beda besar hambatannya.

 

Teori (praktis) ini juga bisa digunakan sebagai pengembangan usaha, jika usaha pertama Anda sudah laris. Misalnya, jualan bakso sudah laris, tambahkan es campur, doger, teler, dawet, sebagai pasangannya, langsung laris. Target pasar yang sama, dijuali lebih.

 

Apakah pasangan makanan harus minuman? Gak selalu. Bisa juga buka bubur ayam, nasi tim, soto, sop, di samping klinik atau rumah sakit. Karena orang yang sakit, cenderung makan bubur atau berkuah dan hangat. Jual oleh-oleh di terminal, stasiun, bandara, tempat dimana ‘semut pelancong’ berkumpul.

 

Kalau jualannya online gimana? Ya bisa kerjasama bundling, co-branding, berbagi database, atau ngiklan di fanpage produk pasangan tersebut, gak melulu membidik pasar kompetitor. Yuk kreatif dikit, rejekinya masih berlimpah.

 

Apakah produk pasangan Anda?
Adakah merek yang terkenal dan sangat laris?
Adakah simbiosis mutualisme yang bisa Anda tawarkan kepada mereka?

 

Tinggal tambahkan slogan, “Makannya pedas-pedas, minumnya seger-seger. Pas lah..”

Bisnis itu nalar, bukan klenik.

H-37 jelang Kopdar Akbar Yukbisnis 2016, Sanur Beach BALI.
Info lengkap >> kopdarakbar.yukbisnis.com

Komentar

About Author

Jaya Setiabudi

Bukan ustad, bukan motivator, juragan ajah.. | Pengarang buku best seller The Power of Kepepet & Kitab AntiBangkut | Pendiri Young Entrepreneur Academy | Owner Yukbisnis.com | Pengusaha dengan jam terbang lebih dari 15 tahun | Contact person: 082121204555

Attachment