SEDEKAH INFORMASI

12391940_918974971513965_6560903221881373443_n

Misalnya, Anda punya toko, kemudian pelanggan tanya, “Punya produk seperti ini gak?”. Kalau tidak punya, jangan berhenti dengan berkata, “Maaf, gak ada”. Tapi lanjutkan dengan petunjuk, “Maaf, gak ada, coba ibu/bapak ke toko Fulan sebelah sana…”. Berani gak? Kebanyakan akan bergumam, “Hmm.. ngapain saya beritahu toko orang, apalagi kompetitor? Apa untungnya buat saya? Malah rugi, orderan diserobot orang lain.”

 

Itulah kalau orang tak percaya dengan konsep rejeki. Bagi saya, mereferensikan orang atau toko yang bisa dipercaya adalah tabungan 2 poin sekali pukul. Pertama, berbagi rejeki kepada penjual yang amanah. Kedua, membantu memberi solusi kepada pelanggan. Saya teringat kata-katanya James Gwee, “They may not your prospect customers, but they can be your pulling customers”. Mungkin mereka bukanlah pelanggan yang memberi order langsung kepada Anda, tapi mereka bisa menjadi pemasar Anda, karena kebaikan Anda.

 

Sedekah informasi sama dengan menabung di hati mereka plus di jiwa Anda. Orang yang kikir terhadap informasi (apalagi uang), auranya akan ‘narik’. Mungkin dia bisa kaya, tapi fondasinya akan rapuh. Hidupnya gak tenang, was-was, penuh prasangka, dan karyawan cenderung gak akan loyal terhadapnya. Jika kita budayakan ringan dalam memberi informasi, maka kebaikan suatu saat akan bergulir. Seringkali ‘Kartu Peluang’ kita berada di tangan orang lain, sebaliknya kartu peluang orang lain ada di tangan kita. Yang membuat rejeki tersendat karena informasi tak tersalur secara transparan, alias saling menyembunyikan atau terjadi percaloan.

 

Alangkah indahnya jika kita saling lempar rejeki, cukup dengan menyalurkan informasi (kepada mereka yang amanah), tanpa berharap balas. Bukan saja semakin lancar perputaran perekonomian, silaturahim pun tambah erat. Seorang kawan pemilik franchise ternama di Indonesia, pernah menanyakan kepada saya, “Mas J, sampeyan koq bagi ilmunya jor-joran, gak takut tho dijiplak pesaing sampeyan?”.

 

Saya jawab:
“Rejeki, seperti peluru di medan perang, gak akan meleset kalau itu jatah kita”.

About Author

Jaya Setiabudi

Bukan ustad, bukan motivator, juragan ajah.. | Pengarang buku best seller The Power of Kepepet & Kitab AntiBangkut | Pendiri Young Entrepreneur Academy | Owner Yukbisnis.com | Pengusaha dengan jam terbang lebih dari 15 tahun | Contact person: 082121204555

Attachment