PRODUK PENETRASI, UNGGULAN dan PASANGAN

Suatu bisnis yang mudah dilakukan, modal kecil, resiko kecil, untung besar, hanyalah isapan jempol sementara. Kecuali kita monopoli industrinya. Karena jika hambatan untuk membuka bisnis tersebut ‘tipis’, sedangkan ada peluang/permintaan yang besar, maka kompetitor akan berduyun-duyun buka dalam waktu dekat. Alhasil akan segera menjamur dan banting-bantingan harga. Lihatlah fenomena ayam geprek, kepal milo, capucino cincau. Bahkan ada yang hanya tren sesaat, trus tenggelam.

Sebaliknya, jika kita sedang merintis bisnis yang ‘tak mudah’ prosesnya, apalagi sedikit yang berhasil di bidang/produk itu, maka kompetitor pun akan mengalami serupa. Artinya bisnis itu justru bagus secara jangka panjang (dengan asumsi ada permintaan besar). Hanya saja tinggal siapa yang mampu bertahan menjalani proses.

PRODUK PENETRASI

Produk yang paling banyak menghasilkan konversi saat kunjungan pertama.
Barriernya tipis, marginnya tipis, tapi kecenderungan menghasilkan konversi besar.
Misal: ayam goreng, bakso, sate ayam, nasi goreng, kerudung.

PRODUK UNGGULAN

Produk yang memiliki diferensiasi yang kuat, berpotensi repeat (referal), margin besar, tapi membutuhkan upaya lebih untuk menjualnya. Selain harga yang lebih mahal dari produk penetrasi, juga ada hambatan lain, seperti bau prengus, alot, jika dicontohkan makanan.
Misal: sop buntut, bebek bakar, sate kambing, sop kaki kambing, gamis.

PRODUK PASANGAN

Produk lain yang memiliki target pasar yang serupa.
“Pelanggan yang beli anu, biasanya juga membeli inu..”

Produk Utama; produk yang secara hirarki harus dibeli pertama.
Misal: Sepeda, hape, busur, kamera.

Produk Pasangan Pelengkap; asesoris dari produk utama, hanya bisa dijual setelah produk utama terbeli. 
Misal: helm sepeda, sarung hape, anak panah, lensa.

Produk Pasangan Sejajar; hirarki sama, memiliki target pasar yang sama, tapi tak harus dibeli berurutan, bisa digunakan terpisah, bisa juga kategori yang berbeda.
Misal: sepatu dengan tas, bakso dengan es campur, Yukbisnis dengan JNE.

Mengetahui ketiga jenis produk tersebut bermanfaat untuk menentukan strategi pemasaran yang lebih cepat sampai finishnya.

Produk Penetrasi sangat bagus untuk promosi awal, MENGAKUISISI pelanggan baru. Jika kita tak memilikinya, maka bisa didapat dari produk pasangan sejajar yang memiliki karakter produk penetrasi (konversi tinggi).

Produk Unggulan dan Pasangan Pelengkap ditawarkan setelah Produk Penetrasi dibeli alias menghasilkan konversi (pertama). Produk Pasangan Pelengkap juga biasa digunakan sebagai BUNDLE (paket).

Perusahaan pasangan berguna untuk melakukan aliansi, co branding dan endorse. Yukbisnis menggunakan metode ini saat tak mendapatkan Venture Capital. 
“Jika tak ada investor, carilah sponsor”
Jadilah kami bergandengan dengan BNI Syariah, Pegadaian Syariah, Iruna dan institusi lain yang punya target pasar serupa atau ‘punya musuh yang sama’.

Strategi KOMBINASI

Dalam kondisi yang sangat kompetitif dan kacau (terdisrupsi), kita bisa menggabungkan ketiga produk/pasar tersebut.

Misalnya..
1. Cari Produk Penetrasi dari produk terlaris atau sedang tren di marketplace, terkhusus PRODUK CINA, yang punya target pasar serupa dengan produk Anda. Beli dari yang termurah, jual sedikit lebih murah (jual rugi). Anggap sebagai BIAYA AKUISISI pelanggan baru.
2. Dapatkan data WA, email dan arahkan penjualan Produk Unggulan ke web atau WA olshop Anda. Berikan iming-iming seperti free ongkir, undian dan lainnya.
3. Berilah ‘asupan’ berupa informasi-informasi yang bermanfaat, yang pelanggan perlukan/sukai. Seperti berternak database, mereka juga perlu diberi makan.

INGAT:
JANGAN GUNAKAN TRIK BANTING HARGA UNTUK PRODUK DALAM NEGERI. Itu namanya PENGHIANAT..!!
“Hanya 6-7% produk yang terlisting di marketplace, buatan Indonesia” ~ idEA
Jadi sangat mudah mencari produk Cina di marketplace.

DARI [ ANU ] KE [ INU ]
Dari Produk Penetrasi ke Produk Unggulan.
Dari (We)Chat ke Game online & payment.
Dari Ojek ke Fintech.

“Setiap lubang bisa jadi jalan untuk masuk”
“Setiap pos jangan dipalaki”

Https://KopdarAkbar.yukbisnis.com
17-19 Agustus 2019
Sanur Beach, Bali

Komentar

Attachment